| Jalan Perdagangan, Kota Sabang, Pulau Weh |
Menjejakkan
kaki di Pulau Weh rasanya benar-benar tak bisa terlukiskan. Ada rasa haru
campur bahagia karena kini saya bisa sedikit menggenapi lagu kebangsaan Dari
Sabang sampai Merauke. Akhirnya tiba juga di Kota Sabang, wilayah negeri
bernama Indonesia ini dimulai. Saya dan keempat kawan serta satu keluarga baru
langsung tancap gas mencari warung makan. Maklum sampai di Pelabuhan Balohan
memang sudah siang dan tepat waktunya untuk memberikan hak perut yang
keroncongan.
Jarak dari
pelabuhan ke pusat kota cukup jauh. Sabang merupakan sebuah kota pelabuhan yang
paling ramai saat zaman kolonial Belanda dulu. Sabang yang berarti santai
banget ini juga tak lepas dari ekspansi Jepang di masa perang dunia ke-2. Tak heran
jika singgah di kota kecil ini akan banyak ditemui benteng peninggalan Jepang
serta meriam-meriamnya yang masih kokoh di Sabang Fair.
